Pages

Friday, March 25, 2011

About that purity ring.

Yeep. About "that" ring. (Jadi inget "The Onion Ring"-nya Annoying Orange, hahahaha...)
Oke. Aku mau meluruskan pengartian yang salah. (Huaaa... bego banget ya? Ga jelas-ga jelas begini... Duuuh... *risih*. Kayaknya cuma berani gila begini pas nulis ga jelas ya?*jangan dianggap*)
Gini, cincin itu memang bukan jimat. Tapi benda itu spesial. Setelah berpikir, the right words to describe it adalah token reminder.
Bahkan cincin itu ada artinya. Artinya "God is the vine" (kalo ga salah. Eh, bener deh.). At least, mengingatkan kalo aku harus (hanya) bergantung sama Dia.
So, itu bukan jimat. Kenapa kupakai hanya diluar rumah, karena kalau dirumah bisa disimpan ditempat yang aman (biar ga ilang, susah nyarinya). Toh, gak akan ada cowok yang cukup gila untuk godain gue dirumah. (Kalo ampe ada, berarti dia gila banget.)
Itu kupakai supaya setiap kali "pemandangan indah (alias cowok-cowok indah berspesies indah) itu muncul, ato "nembak" (namanya konyol banget), aku bisa liat terus tu token reminder yang ngingetin gw (ga sinkron banget "gw n' "aku") kalo itu purity ring gw pake berarti gw ga bakal pacaran sampe saat yang tepat. Jadi kalau "temptation" seperti itu datang (soalnya udah pernah kecolongan), gw ga akan kalah (lagi).
Begitulah. Penjelasan panjang ga jelas (muter-muter lagi) dari gw. Waktu terakhir pertanyaan itu ditanyakan, gw lagi pusing jadi bungung mo jawab apa (tapi ngeganjel terus).
Sori kalo gw naif, egois, n' keliatan munafik (ato munafik beneran?!). Plis, ini cuma explanation. Mungkin kedengaran private dan ga pantes, tapi jangan salahin gw (liat jamnya ini dibikin, kepala gw ibaratnya kayak sembriwing gitu deh.)
Ya. Itu saja. Terima kasih atas kesediaannya membaca dan mengerutkan kening (atau malah marah dan tertawa?)
Please, spare me.
Thank you.
Friday 25th, 2011

00.41 A.M.


Yuli

Saturday, March 5, 2011

First Poems

Inilah puisi-puisi pertama gw yang rampung di FB gw. Dibaca ya!

If...

If...
Our life like a journey
And our journey is over
And our tour guide has said,"this journey is over, you can go back to your Father now..."

If...
Our life like a study tour
And our father has pay himself
His blood
To pay our study tour

"What will you do?"
Are you going to run
Or maybe.......
Go back to your Father

Are you gonna think," I'm pretty much strong, so I can go by myself"
Or you will said to your Father,"I miss You!!"

Yuli

Puisi Inggris yang Super Ribet

Langsung dari bahasa inggris aja, ya...

If you can correctly pronounce every word in this poem, you will be speaking English better than 90% of the native English speakers in the world. After trying the verses, a Frenchman said he’d prefer six months of hard labour to reading six lines aloud. Try them yourself.

Dearest creature in creation, Study English pronunciation.

Dearest creature in creation,
Study English pronunciation.
I will teach you in my verse
Sounds like corpse, corps, horse, and worse.
I will keep you, Suzy, busy,
Make your head with heat grow dizzy.
Tear in eye, your dress will tear.
So shall I! Oh hear my prayer.

Just compare heart, beard, and heard,
Dies and diet, lord and word,
Sword and sward, retain and Britain.
(Mind the latter, how it’s written.)
Now I surely will not plague you
With such words as plaque and ague.
But be careful how you speak:
Say break and steak, but bleak and streak;
Cloven, oven, how and low,
Script, receipt, show, poem, and toe.

Hear me say, devoid of trickery,
Daughter, laughter, and Terpsichore,
Typhoid, measles, topsails, aisles,
Exiles, similes, and reviles;
Scholar, vicar, and cigar,
Solar, mica, war and far;
One, anemone, Balmoral,
Kitchen, lichen, laundry, laurel;
Gertrude, German, wind and mind,
Scene, Melpomene, mankind.

Billet does not rhyme with ballet,
Bouquet, wallet, mallet, chalet.
Blood and flood are not like food,
Nor is mould like should and would.
Viscous, viscount, load and broad,
Toward, to forward, to reward.
And your pronunciation’s OK
When you correctly say croquet,
Rounded, wounded, grieve and sieve,
Friend and fiend, alive and live.

Ivy, privy, famous; clamour
And enamour rhyme with hammer.
River, rival, tomb, bomb, comb,
Doll and roll and some and home.
Stranger does not rhyme with anger,
Neither does devour with clangour.
Souls but foul, haunt but aunt,
Font, front, wont, want, grand, and grant,
Shoes, goes, does. Now first say finger,
And then singer, ginger, linger,
Real, zeal, mauve, gauze, gouge and gauge,
Marriage, foliage, mirage, and age.

Query does not rhyme with very,
Nor does fury sound like bury.
Dost, lost, post and doth, cloth, loth.
Job, nob, bosom, transom, oath.
Though the differences seem little,
We say actual but victual.
Refer does not rhyme with deafer.
Foeffer does, and zephyr, heifer.
Mint, pint, senate and sedate;
Dull, bull, and George ate late.
Scenic, Arabic, Pacific,
Science, conscience, scientific.

Liberty, library, heave and heaven,
Rachel, ache, moustache, eleven.
We say hallowed, but allowed,
People, leopard, towed, but vowed.
Mark the differences, moreover,
Between mover, cover, clover;
Leeches, breeches, wise, precise,
Chalice, but police and lice;
Camel, constable, unstable,
Principle, disciple, label.

Petal, panel, and canal,
Wait, surprise, plait, promise, pal.
Worm and storm, chaise, chaos, chair,
Senator, spectator, mayor.
Tour, but our and succour, four.
Gas, alas, and Arkansas.
Sea, idea, Korea, area,
Psalm, Maria, but malaria.
Youth, south, southern, cleanse and clean.
Doctrine, turpentine, marine.

Compare alien with Italian,
Dandelion and battalion.
Sally with ally, yea, ye,
Eye, I, ay, aye, whey, and key.
Say aver, but ever, fever,
Neither, leisure, skein, deceiver.
Heron, granary, canary.
Crevice and device and aerie.

Face, but preface, not efface.
Phlegm, phlegmatic, ass, glass, bass.
Large, but target, gin, give, verging,
Ought, out, joust and scour, scourging.
Ear, but earn and wear and tear
Do not rhyme with here but ere.
Seven is right, but so is even,
Hyphen, roughen, nephew Stephen,
Monkey, donkey, Turk and jerk,
Ask, grasp, wasp, and cork and work.

Pronunciation — think of Psyche!
Is a paling stout and spikey?
Won’t it make you lose your wits,
Writing groats and saying grits?
It’s a dark abyss or tunnel:
Strewn with stones, stowed, solace, gunwale,
Islington and Isle of Wight,
Housewife, verdict and indict.

Finally, which rhymes with enough —
Though, through, plough, or dough, or cough?
Hiccough has the sound of cup.
My advice is to give up!!!

The poem above is called “The Chaos” and was written by G. Nolst Trenite, a.k.a. Charivarius (1870-1946).


Yuli

Malam

Malam. Meski sunyi, ia adalah pendengar yang sangat baik. Saat semua terlelap, seringkali aku mengobrol dengannya. Obrolannya macam-macam. Biasanya, si penyiar radio suka nimbrung. Tapi kali ini, hanya aku, malam dan musik David Foster yang mengobrol. Musik David Foster sibuk bernyanyi, sedangkan aku dan malam mengobrol, seperti biasanya.

Topik pembicaraan kami tak pernah habis. Suatu kali kami bercerita tentang sahabat, atau pasangan yang belum kami miliki. Kadang hal-hal yang menyeramkan, yang berakhir dengan tidurku, atau hal-hal lucu yang membuatku tertawa. Terkadang kami bercerita soal tugas dan tanggung jawab yang berat. Terkadang aku kasihan dengan malam, yang harus berjaga-jaga jika matahari kembali muncul, sementara aku terlelap pulas menunggu esok.

Aku tahu. Dunia kami memang berbeda.

Tetapi kenyataannya, aku selalu merindukan malam!

Yah, karena malam selalu romantis. Mungkin kau pikir dia menyeramkan. Tapi kalau sudah kenal, dia baik kok. Dia juga humoris dan tenang. Terkadang ia menyebalkan, tetapi di kala ia menyebalkan, ia bisa jadi manis, manis sekali. Dia juga sangat sabar, mungkin karena kebiasaannya menunggu matahari?
Aku tak tahu.

Namun rasanya berat sekali meninggalkannya, semenit saja.

Fiuh. Aku kangen sekali sama malam.

Jakarta, 12:12 A.M., at my bed
Yulinda.K

Tuesday, November 30, 2010

Ketika Garam Mengeluh

We are small but powerful, just as a salt. There's no need to be big.
"Aku benci menjadi kecil", keluh garam suatu hari kepada merica. "Mengapa aku harus dikekang dan kecil? Bukankah yang berguna harus selalu harus besar?"

Merica lalu menjawab,"Bagaimana jika aku mengajakmu untuk berkeliling waktu untuk mungkin, menghiburmu barang sebentar? Kita bisa melihat-lihat dirimu di zaman dahulu." 

Garam sangat senang. Ia menyukai petualangan. Ia segera mengikuti merica yang pergi, meluncur dari meja dapur ke lantai. Ketika ia mulai meluncur, pemandangannya mulai kabur. Ia kebingungan. 

Segera, ia melihat banyak orang tua berlalu-lalang. Ia melihat sebuah batu yang sebesar kepalan tangan, seperti kristal, dijinjing oleh seorang wanita tua. Akan tetapi, ia melihat pula seorang lain tampak menginjak-injak barang yang hampir sama dengan barang yang dibawa oleh wanita tua tadi, hanya lebih kecil. Garam semakin kebingungan. Dimanakah dia? Apakah itu? Mengapa itu diinjak dan yang lain tidak? Dan banyak pertanyaan lagi.

"Kita ada di pasar," suara merica tiba-tiba muncul seperti jawaban bagi semua pertanyaannya ketika ia tiba di sini. "Di sana yang kamu lihat ialah garam pada zaman dahulu. Mereka besar dan bulat, terkadang tak berbentuk. Orang menggunakannya dengan mencelupnya dengan tali yang diikat di atasnya ke makanan yang dimasaknya. Dengan itu, masakan akan  terasa asin. Tetapi, garam ini bukan dapat habis, melainkan dapat tawar. Jika ia tawar, orang akan segera menginjak-injaknya, lalu membuangnya. Namun tenang, namanya bukan lagi garam saat itu, tetapi hanya sampah."

"Oh." Garam tercengang. Dulu ia sangat besar. Tetapi semakin ia besar, ia semakin bisa untuk dibuang dan diinjak saat keadaannya masih besar, bisa terlihat. Betapa malunya kakek moyangnya saat itu, pikirnya. "Lebih baik aku kecil saja deh," ucapnya perlahan.

"Ayo kita lanjutkan perjalanannya."

Mereka berjalan lagi ke suatu rumah kecil. Terlihat halaman yang hijau. Tanpa disadari, mereka telah kembali. Terlihat bahwa semua orang dalam rumah itu kewalahan.

"Mereka kehilanganmu." Suara merica memecahkan keramaian.

Garam dan merica pelan-pelan memasuki dapur. Garam langsung pergi ke tempat asalnya.

Mereka langsung mengambil garam itu, lalu memasukkannya kedalam sebuah masakan. Tiba-tiba, masakan itu sudah dihidangkan. Waktu terasa terhenti sementara mereka sibuk memakan makanan yang sudah diberi garam itu. Wajah mereka tersenyum selagi mereka menyelesaikan makanan itu.

"Aku merasa lebih baik," ujar garam. Ia tersenyum.


Well, mungkin ada beberapa yang udah baca cerita ini. Yep, ini buatanku sendiri, sudah lamaaa sekali. Mungkin ini waktu pertama kali kenal dunia menulis. Pokoknya, gitu deh. Tapi, entah kenapa, ini selalu jadi favoritku. Dibaca ya! Simpan pesan moralnya dalam hati.


Yuli

say it in your language.